Thursday, February 20, 2014

Al-Fatihah: Surah yang tidak punya tandingan di kitab lain dan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang


Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu al-Aliyah mengatakan bahwa surah al-Fatihah diturunkan di Mekah. Jadi, termasuk surah Makiyyah. Pendapat lain mengatakan bahwa surah al-Fatihah merupakan surat Madaniyah. Pendapat yang lain lagi mengatakan bahwa ia diturunkan dua kali, yaitu di Mekah kemudian di Madinah.

“Sesungguhnya Fatihah itu sebagai tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan sebagai Al-Qur;an yang mulia yang sedang diberikan kepadaku.” (HR Tirmidzi)

Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya dan Nasa’I meriwayatkan di dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba Jibril mendengar suara dari atas. Maka ia mengarahkan pandangannya ke langit, lalu berkata, ‘Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.’ Ibnu Abbas berkata, ‘Dari pintu itu turun malaikat. Dia menemui Nabi saw. Seraya berkata, ‘Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelummu, yaitu Fatihul-Kitab (surah al-Fatihah) dan beberapa ayat terakhir surah al-Baqarah. Tidaklah Anda membaca satu huruf pun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).’” Lafazh hadits ini dari an-Nisa’I dan dari Muslim pun sama.

Selain itu juga didukung oleh hadits lain. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat tanpa membaca Ummul-Qur’an (surah Fatihah), maka shalatnya tidak sempurna.” Beliau mengatakal hal itu tiga kali. Kemudian kata Abu Hurairah, “Kami tengah shalat di belakang imam. Kami katakan kepada yang lain, ‘Bacalah al-Fatihah di dalam hatimu karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Allah ta’ala berfirman, ‘Shalat dibagi dua antara Aku dan Hamba-Ku. Bagi hamba-Ku adalah apa yang ia pinta. Bila seorang hamba mengatakan ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,’ maka Allah berfirman, ‘HambaKu memujiKu.’ Bila hamba mengatakan, “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,’ maka Allah berfirman, ‘HambaKu menyanjungKu.’ Apabila ia berkata, ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kamu mohon pertolongan,’ maka Allah berfirman, ‘Bacaan itu menyangku Aku dan hambaKu . Bagi hambaKu adalah apa yang ia minta.’ Apabila ia berkata, ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,’ maka Allah berfirman, ‘Pahala ayat ini untuk hambaKu dan hambaKu pula apa yang ia minta.’”

Seperti itulah turunnya dan juga keutamaan dari surah al-Fatihah yang setiap kali kita shalat kita pasti akan membacanya. Dikutip dari buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, baca juga selengkapnya tentang buku ini di blog Tafsir Ibnu Katsir. Dan dapatkan buku ini di toko buku Islam di Palembang, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Mataram, Malang, Ujung Pandang, dll.

No comments:

Post a Comment