Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu al-Aliyah mengatakan bahwa
surah al-Fatihah diturunkan di Mekah. Jadi, termasuk surah Makiyyah. Pendapat
lain mengatakan bahwa surah al-Fatihah merupakan surat Madaniyah. Pendapat yang
lain lagi mengatakan bahwa ia diturunkan dua kali, yaitu di Mekah kemudian di
Madinah.
“Sesungguhnya Fatihah
itu sebagai tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan sebagai Al-Qur;an yang
mulia yang sedang diberikan kepadaku.” (HR Tirmidzi)
Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya dan Nasa’I
meriwayatkan di dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Suatu
ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba Jibril
mendengar suara dari atas. Maka ia mengarahkan pandangannya ke langit, lalu
berkata, ‘Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.’ Ibnu
Abbas berkata, ‘Dari pintu itu turun malaikat. Dia menemui Nabi saw. Seraya
berkata, ‘Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan
kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelummu, yaitu
Fatihul-Kitab (surah al-Fatihah) dan beberapa ayat terakhir surah al-Baqarah.
Tidaklah Anda membaca satu huruf pun darinya melainkan Anda akan diberi
(pahalanya).’” Lafazh hadits ini dari an-Nisa’I dan dari Muslim pun sama.
Seperti itulah turunnya dan juga keutamaan dari surah al-Fatihah yang setiap kali kita shalat kita pasti akan membacanya. Dikutip dari buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, baca juga selengkapnya tentang buku ini di blog Tafsir Ibnu Katsir. Dan dapatkan buku ini di toko buku Islam di Palembang, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Mataram, Malang, Ujung Pandang, dll.
No comments:
Post a Comment