Thursday, February 20, 2014

Bagaimana Cara menafsirkan Al-Qur’an? Yuk kita baca dan fahami


Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mulia. Kesuciannya tidak tercemari sedikit pun oleh campur tangan makhluk. Kemuliannya tidak mampu ditandingi oleh semua kitab yang ada di muka bumi ini. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang luhur dan mulia. Untuk dapat menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, seseorang membutuhkan seperangkat ilmu yang cukup sehingga ia dapat menggali dan mengurai kandungan ayat-ayat di dalamnya. Salah satu ulama yang melakukan studi tafsir itu adalah ulama yang kita kenal dengan sebutan Ibnu Katsir. Kitab Tafsir Ibnu Katsir sering digunakan sebagai kitab rujukan dan kajian di hampir semua majelis kajian tafsir di seluruh dunia Islam. Dan berikut adalah cara bagaimana menafsirkanAl-Qur’an menurut kitab Tafsir Ibnu Katsir yang sudah di ringkas dan hadir dalam format yang lebih mudah untuk dicerna oleh para pengkajinya. Baca juga keutamaan Surah Al-Fatihah dalam blog Tafsir Ibnu Katsir.

Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Penafsiran itu ada empat segi:

1.     Penafsiran yang diketahui bangsa Arab melalui tuturannya.
2.     Penafsiran yang tidak dapat dilakukan oleh seseorang karena ketidaktahuannya
3.     Penafsiran yang diketahui oleh para ulama.
4.     Penafsiran yang tidak diketahui oleh seorang pun, kecuali oleh Allah.”

Penafsiran yang diketahui oleh orang Arab melalui tuturannya adalahh dengan memperhatikan kata-kata secara Lughawi. Penafsiran yang tidak dapat dilakukan oleh seseorang karena ketidaktahuannya adalah menyangkut penghalalan dan pengharaman. Penafsiran yang diketahui oleh para ulama adalah apa yang mereka ambil dari penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, hadits, dan makna yang terkandung di dalamnya yang tidak dapat diketahui, kecuali setelah seseorang memiliki pengetahuan yang memadai.

Allah ta’ala berfirman,

“Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)-nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang orang ang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melaikan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semua itu dari sisi Tuhan kami.’ Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripada) melainkan orang-orang yang berakal.” (Ali Imran: 7)

Judul Buku: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Penulis: Muhammad Nasib ar-Rifa'i
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2011
Harga: Rp. 626.660

No comments:

Post a Comment