Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mulia. Kesuciannya tidak
tercemari sedikit pun oleh campur tangan makhluk. Kemuliannya tidak mampu
ditandingi oleh semua kitab yang ada di muka bumi ini. Tidak semua orang
memiliki kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang luhur dan mulia.
Untuk dapat menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, seseorang membutuhkan seperangkat
ilmu yang cukup sehingga ia dapat menggali dan mengurai kandungan ayat-ayat di
dalamnya. Salah satu ulama yang melakukan studi tafsir itu adalah ulama yang
kita kenal dengan sebutan Ibnu Katsir. Kitab Tafsir Ibnu Katsir sering
digunakan sebagai kitab rujukan dan kajian di hampir semua majelis kajian
tafsir di seluruh dunia Islam. Dan berikut adalah cara bagaimana menafsirkanAl-Qur’an menurut kitab Tafsir Ibnu Katsir yang sudah di ringkas dan hadir
dalam format yang lebih mudah untuk dicerna oleh para pengkajinya. Baca juga
keutamaan Surah Al-Fatihah dalam blog Tafsir Ibnu Katsir.
Ibnu Jarir meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas, ia
berkata, “Penafsiran itu ada empat segi:
1.
Penafsiran yang diketahui bangsa Arab melalui
tuturannya.
2.
Penafsiran yang tidak dapat dilakukan oleh
seseorang karena ketidaktahuannya
3.
Penafsiran yang diketahui oleh para ulama.
4.
Penafsiran yang tidak diketahui oleh seorang
pun, kecuali oleh Allah.”
Penafsiran yang diketahui oleh orang Arab melalui tuturannya
adalahh dengan memperhatikan kata-kata secara Lughawi. Penafsiran yang tidak dapat dilakukan oleh seseorang
karena ketidaktahuannya adalah menyangkut penghalalan dan pengharaman.
Penafsiran yang diketahui oleh para ulama adalah apa yang mereka ambil dari
penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, hadits, dan makna yang terkandung di
dalamnya yang tidak dapat diketahui, kecuali setelah seseorang memiliki
pengetahuan yang memadai.
Allah ta’ala berfirman,
“Dialah yang
menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)-nya ada ayat-ayat
yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain (ayat-ayat)
mutasyabihat. Adapun orang orang ang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan
fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui
takwilnya melaikan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami
beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semua itu dari sisi Tuhan kami.’
Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripada) melainkan orang-orang yang
berakal.” (Ali Imran: 7)
Judul Buku: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Penulis: Muhammad Nasib ar-Rifa'i
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2011
Harga: Rp. 626.660

No comments:
Post a Comment