Thursday, February 20, 2014

Tafsir Surah al-Baqarah oleh Ibnu Katsir


Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang


Alif Laam Miim. (1)
Tafsir:
Para Mufasir berbeda pandangan dalam menafsirkan “Alif Laam miim: dan ayat-ayat pembuka surah lainnya.

1.     Ada yang berpendapat bahwa ayat itu termasuk ayat mutasyabih dan hanya Allah yang mengetahui dan Dia lebih mengetahui maksudnya.

2.     Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ayat itu termasuk nama-nama Allah Ta’ala

3.     Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ayat yang seperti itu memiliki makna. Allah tidak menurunkannya secara main-main dan senda gurau. Ini berbeda dengan orang dungu yang mengatakan bahwa di dala Al-Qur’an ada ayat yang merupakan ibadah, namun sama sekali tidak bermakna. Pendapat itu salah. Jadi, ayat-ayat pembuka surah pun tentu saja memiliki makna. Seandainya kita terpelihara darii berbuat kesalahan, maka kami hanya berhenti sambil membaca, “Kami beriman kepadanya. Semuanya adalah dari sisi Tuhan kami.”

4.     Adapun Hikmah dari penyajian huruf-huruf tersebut menurut para ulama adalah sebagai berikut
Untuk memperingatkan kamu musyrik, sehingga mereka mendengan firman Allah, Pandangan ini lemah sekali karena huruf-huruf yang terpotong-potong itu tidak ada di setiap surah. Di samping itu, surah ini adalah surah al-Baqarah dan surat berikutnya adalah Ali Imran. Kedua surah ini diturunkan di Madinah dan di sana tidak ada kaum Musrik.

5.     Ada pula ulama yang berpendapat bahwa ayat yang berupa huruf  itu merupakan bukti kemukjizatan Al-Qur’an dan bahwa makhluk tidak akan mampu menantangnya. Pendapat ini dipegang oleh sejumlah pengkaji, di antaranya Syekhnul Islam Ibnu Taimiyah. Alasan mereka adalah penyajian huruf-huruf yang terpotong-potong yang terdapt di dalam Al-Qur’an itu diikuti oleh penuturan tentang Al-Qur’an dan penurunannya dari Rabb semesta alam.”


Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (2)

“Tidak ada keraguan padanya,” yakti tidak ada kebimbangan di dalamnya. Ada pula ulama yang membaca dzaalikal kitaabu laa raiba diwaqafkan di sini, kemudian membaca fiihi hudan lil muttaqin. Akan tetapi, waqaf yang lebih utama adalah pada laa raina fiihi, kemudian dilanjutkan membaca hudan lil muttaqin. Hal itukarena memandang hudan sebagai kitab al-kitaab yang menyatukan. Dam pandangan demikian lebih baik daripada memandang keberadaan kitab yang di dalamnya ada petunjuk; yang bisa bermakna bahwa di dalam Al-Qur’an itu berisi petunjuk dan ada juga hal lainnya.

“Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,” yakni sebagai cahaya bagi orang-orang mukmin yang memelihara dirinya dari menyekutukan Allah. Orang-orang mukkmin yang mengesakanNya, beramal dengan menaatiNya, takut terhadap azabNya, mengharapkan rahmatNya, dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkanNya. Makna ini sejalan dengan makna ayat yang mengandung sifat-sifat orang yang beriman dan bertakwa.

Itulah Tafsir Ayat pertama dan kedua surah al-Baqarah dari buku Tafsir Ibnu Katsir. Baca lengkapnya tafsir dari surah al-Baqarah ini dengan membelinya di tempat jual buku Islam Online. Atau Anda ingin tahun lebih lanjut lagi bagaimana metode penafsiran yang baik? Baca semuanya di blog bukuTafsir Ibnu Katsir.

Judul Buku: Tafsir Ibnu Katsir (Edisi Baru)
Penulis: Muhammad Nasib ar-Rifa'i
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2011
Harga: Rp. 157.165
Jumlah Halaman: 844 Halaman

No comments:

Post a Comment