Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang
Alif Laam Miim. (1)
Tafsir:
Para Mufasir berbeda pandangan dalam menafsirkan “Alif Laam
miim: dan ayat-ayat pembuka surah lainnya.
1.
Ada yang berpendapat bahwa ayat itu termasuk
ayat mutasyabih dan hanya Allah yang mengetahui dan Dia lebih mengetahui
maksudnya.
2.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ayat itu
termasuk nama-nama Allah Ta’ala
3.
Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ayat
yang seperti itu memiliki makna. Allah tidak menurunkannya secara main-main dan
senda gurau. Ini berbeda dengan orang dungu yang mengatakan bahwa di dala
Al-Qur’an ada ayat yang merupakan ibadah, namun sama sekali tidak bermakna.
Pendapat itu salah. Jadi, ayat-ayat pembuka surah pun tentu saja memiliki
makna. Seandainya kita terpelihara darii berbuat kesalahan, maka kami hanya
berhenti sambil membaca, “Kami beriman kepadanya. Semuanya adalah dari sisi
Tuhan kami.”
4.
Adapun Hikmah dari penyajian huruf-huruf
tersebut menurut para ulama adalah sebagai berikut
Untuk memperingatkan kamu musyrik, sehingga
mereka mendengan firman Allah, Pandangan ini lemah sekali karena huruf-huruf
yang terpotong-potong itu tidak ada di setiap surah. Di samping itu, surah ini
adalah surah al-Baqarah dan surat berikutnya adalah Ali Imran. Kedua surah ini
diturunkan di Madinah dan di sana tidak ada kaum Musrik.
5.
Ada pula ulama yang berpendapat bahwa ayat yang
berupa huruf itu merupakan bukti
kemukjizatan Al-Qur’an dan bahwa makhluk tidak akan mampu menantangnya.
Pendapat ini dipegang oleh sejumlah pengkaji, di antaranya Syekhnul Islam Ibnu
Taimiyah. Alasan mereka adalah penyajian huruf-huruf yang terpotong-potong yang
terdapt di dalam Al-Qur’an itu diikuti oleh penuturan tentang Al-Qur’an dan
penurunannya dari Rabb semesta alam.”
Kitab (Al-Qur’an) ini
tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (2)
“Tidak ada keraguan
padanya,” yakti tidak ada kebimbangan di dalamnya. Ada pula ulama yang
membaca dzaalikal kitaabu laa raiba diwaqafkan di sini, kemudian membaca fiihi
hudan lil muttaqin. Akan tetapi, waqaf yang lebih utama adalah pada laa raina
fiihi, kemudian dilanjutkan membaca hudan lil muttaqin. Hal itukarena memandang
hudan sebagai kitab al-kitaab yang menyatukan. Dam pandangan demikian lebih
baik daripada memandang keberadaan kitab yang di dalamnya ada petunjuk; yang
bisa bermakna bahwa di dalam Al-Qur’an itu berisi petunjuk dan ada juga hal
lainnya.
“Petunjuk bagi
orang-orang yang bertakwa,” yakni sebagai cahaya bagi orang-orang mukmin
yang memelihara dirinya dari menyekutukan Allah. Orang-orang mukkmin yang
mengesakanNya, beramal dengan menaatiNya, takut terhadap azabNya, mengharapkan
rahmatNya, dan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkanNya. Makna ini sejalan
dengan makna ayat yang mengandung sifat-sifat orang yang beriman dan bertakwa.
Itulah Tafsir Ayat pertama dan kedua surah al-Baqarah dari
buku Tafsir Ibnu Katsir. Baca lengkapnya tafsir dari surah al-Baqarah ini
dengan membelinya di tempat jual buku Islam Online. Atau Anda ingin tahun lebih
lanjut lagi bagaimana metode penafsiran yang baik? Baca semuanya di blog bukuTafsir Ibnu Katsir.
Judul Buku: Tafsir Ibnu Katsir (Edisi Baru)
Penulis: Muhammad Nasib ar-Rifa'i
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2011
Harga: Rp. 157.165
Jumlah Halaman: 844 Halaman


No comments:
Post a Comment