Thursday, February 20, 2014

Inilah Tafsir Surah al-Ikhlas oleh Ibnu Katsir


“Katakanlah, ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa.” Artinya, Dia adalah Satu dan Tunggal, yang tidak mempunyai bandingan, wakil, saingan, yang menyerupai dan yang menyamai-Nya. Dan, lafal ini tidak boleh digunakan kecuali hanya kepada Allah semata, sebab Dialah yang Maha Sempurna dalam semua sifat dan perbuatan-Nya.

Dirman Allah Ta’ala, “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” Ibnu Abbas r.a. mengatakan, “Ash-Shamad ialah Yang semua makhluk menyandarkan diri kepada-Nya dalam setiap kebutuhan dan permasalahan mereka.” Dan mereka mengatakan bahwa Ash-shamad itu adalah Yang Dipertuan. Dan, Yang ridak mempunyai kerongkongan. Tidak makan dan tidak minum. Dialah yang akan tetap ada setelah makhluk-Nya tiada. Semua maka ini adalah benar. Karena, ke semuanya itu merupakan sifat Tuhan kami Yang Mahagagah lagi Perkasa.

Firman Allah Ta’ala, “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,” yaitu tidak mempunyai anak, ayah, dan istri. Mujahid mengatakan, “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia,” yaitu tidak ada satu pun tandingan dari makhluk-Nya yang akan menyaingi-Nya, atau yang mendekati kedudukan-Nya. Allah Mahatinggi dan Mahasuci dari semua itu. “Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai seorang putra, padahal Dia tidak mempunya seorang pun Istri. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu.” Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” Sesungguhnya, kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkat, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Tidak layak bagi Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah selaku hamba. Sesungguhnya, Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan, tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (Maryam: 88-95)

Dikemukakan dalam Shahih Bukhari,
“Tidak ada yang paing sabar atas ucapan yang menyakitkan yang melebihi kesabaran Allah. Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, tetapi Allah tetap memberikan rezeki dan memaafkan mereka.”

Demikianlah ringkasan Tafsir Surah al-Ikhlas yang di kutip dari buku Tafsir Ibnu Katsir. Baca juga keutamaan surah Fatihah dalam blog tafsir Ibnu katsir. Atau dapatkan buku Tafsir Ibnu Katsir di toko buku Islamonline.

Judul Buku: Ringkasan Buku Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4 (Edisi Baru)
Penulis: Muhammad Nasib ar-Rifa'i
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2011
Harga: Rp. 175.165

No comments:

Post a Comment